logo.png

 

 

 

 

 

 

Survei

Standar Pelayanan

E-Court

Direktori Putusan

Info Perkara

Laporan Kinerja

Purnabakti KPTA Bangka Belitung, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Apresiasi Pengabdian Khaerudin Di Dunia Peradilan

Ditulis oleh Pengadilan on .

PURNABAKTI KPTA BANGKA BELITUNG, WAKIL KETUA MA BIDANG YUDISIAL APRESIASI PENGABDIAN KHAERUDIN DI DUNIA PERADILAN

 

Pangkalpinang - Humas: Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Bidang Yudisial, Suharto, S.H., M.Hum. memimpin Upacara Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Khaerudin, S.H., M.Hum. di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin, 31 Agustus 2026. Momen tersebut menandai puncak masa dinas Khaerudin setelah mendedikasikan hidupnya selama 39 tahun di lembaga peradilan agama.

Dalam sambutannya, Suharto menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas konsistensi Khaerudin dalam menjaga integritas serta kepemimpinannya dalam membawa PTA Kepulauan Bangka Belitung meraih berbagai prestasi.

"Dari seorang staf hingga menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama, ada puluhan tahun kerja keras, ada tantangan yang harus dihadapi, dan tentu ada banyak pengorbanan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain," ujar Suharto menyampaikan sambutan.

Wakil Ketua MA Bidang Yudisial menguraikan di bawah kepemimpinan Khaerudin, PTA Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan kinerja organisasi yang memuaskan. Berdasarkan laporan tahun 2025, penyelesaian perkara pada tingkat banding di wilayah tersebut berhasil mencapai angka sempurna 100 persen.

Selain itu, PTA Bangka Belitung juga berhasil mengukir prestasi di bidang pengelolaan keuangan dengan meraih Peringkat Pertama Bendahara Penerimaan Satuan Kerja Berkinerja Terbaik untuk DIPA 01.

Pada kesempatan yang sama, Suharto menekankan bahwa keberhasilan fungsi pengadilan tingkat banding sebagai voorpost MA di daerah tercermin dari kuatnya pengawasan dan pembinaan di bidang teknis yudisial, kepaniteraan, hingga kesekretariatan.

Menurut Suharto, warisan kepemimpinan seorang hakim tidak hanya dinilai dari deretan jabatan, melainkan dari budaya kerja berintegritas dan sistem pelayanan publik yang ditinggalkan.

“Wisuda purnabakti hari ini tidak hanya menjadi penanda bahwa Saudara Dr. H. Khaerudin telah menyelesaikan masa tugasnya. Lebih dari itu, wisuda ini menjadi penanda bahwa Saudara telah meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi keluarga besar peradilan agama,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Ketua MA mengucapkan selamat bergabung dalam Persatuan Purnabakti Hakim Indonesia (PERPAHI) serta melepas Khaerudin untuk memasuki masa purnabakti.

“Semoga pengabdian Saudara menjadi keberkahan, keteladanan Saudara menjadi kenangan, dan perjalanan panjang Saudara berakhir dalam kemuliaan,” tutup Suharto.

Prosesi khidmat ini turut dihadiri oleh Ketua Kamar Agama MA, Ketua Kamar Militer MA, para Hakim Agung dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Perjalanan karier Khaerudin di dunia peradilan agama mencerminkan dedikasi dan pengabdian yang panjang. Memulai langkah sebagai Calon Hakim di Pengadilan Agama (PA) Tangerang hingga pada 25 Juli 1987 resmi diangkat sebagai Hakim Tingkat Pertama di pengadilan yang sama.

Rekam jejak kepemimpinannya terus ditempa melalui berbagai amanah di pengadilan tingkat pertama. Hakim kelahiran Tangerang ini dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua PA Pandeglang pada 6 November 2003, hingga mengemban amanah sebagai Ketua Pengadilan Agama di tiga wilayah berbeda, yakni PA Tigaraksa, PA Pontianak, dan PA Medan.

Kematangan dalam memimpin dan mengadili membawa Dr. Khaerudin dipromosikan ke jenjang peradilan tingkat banding. Kariernya sebagai Hakim Tinggi dimulai di PTA Makassar pada 18 Februari 2016 dan berlanjut di PTA Banten pada 25 April 2019

Kepercayaan jajaran pimpinan Mahkamah Agung terhadap kepemimpinannya membawa Khaerduin menjadi Wakil Ketua PTA Jayapura pada 21 Januari 2021. Pengalaman sebagai pimpinan tingkat banding tersebut kian diperkaya melalui posisi wakil ketua di PTA Bangka Belitung, PTA Bandar Lampung, serta kembali ke PTA Banten pada tahun 2023.

Puncak pengabdian dan kepemimpinannya ditandai saat ia memegang tampuk pimpinan tertinggi sebagai Ketua PTA Jayapura pada 4 Desember 2023. Berbekal rekam jejak kepemimpinan lintas wilayah, Khaerudin mengemban amanah sebagai Ketua PTA Kepulauan Bangka Belitung sejak 11 Juni 2025 hingga memasuki masa purnabakti. (sk/ds/DI/Photo:sk)

 

📢 Untuk Berita Selengkapnya Klik Disini

Perkuat Sinergi Akademik dan Digitalisasi Peradilan, Mahkamah Agung Terima Audiensi Universitas Maranatha

Ditulis oleh Pengadilan on .

PERKUAT SINERGI AKADEMIK DAN DIGITALISASI PERADILAN, MAHKAMAH AGUNG TERIMA AUDIENSI UNIVERSITAS MARANATHA

 

Jakarta - Humas : Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menerima audiensi dari Universitas Kristen Maranatha di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama strategis dalam membangun sinergi akademik dan pengembangan lembaga peradilan.

Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum., saat membuka audiensi menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran mendasar bagi keberlanjutan dan peningkatan kualitas para hakim maupun aparatur peradilan.

Oleh sebab itu, Ketua Mahkamah Agung senantiasa memberikan perhatian khusus terhadap ruang dialog bersama perguruan tinggi.

"Beliau sangat concern jika ada audiensi dari perguruan tinggi, karena hakim ini tanpa perguruan tinggi tidak akan jadi hakim," ungkap Dwiarso.

Dwiarso memaparkan bahwa hakim-hakim MA sering diundang memberikan kuliah tamu untuk berbagi pengalaman praktis kepada mahasiswa, yang pada saat yang sama juga terus memperkaya kepakaran para hakim.

Selain program kuliah tamu, MA telah menjalin pelbagai bentuk kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi. Di antaranya program mediator non-hakim di pengadilan tingkat pertama, riset/penelitian hukum isu sosial di daerah melalui Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK), hingga pelibatan akademisi dalam penyusunan Naskah Akademis untuk kebijakan yang diterbitkan Mahkamah Agung.

Lebih lanjut, Dwiarso menjelaskan MA juga terus mendorong peningkatan jenjang pendidikan aparatur peradilan melalui program magister (S2) dan doktor (S3) bekerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia.

"Kami berterima kasih dengan kehadirannya, kami jadi lebih optimis tujuan kita meningkatkan kapasitas aparatur kita ada jalan yang lebih baik," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kamar Pembinaan MA, Syamsul Maarif, S.H., LL.M., Ph.D. menyoroti transformasi digital yang tengah gencar dikembangkan Mahkamah Agung.

Ia menjelaskan perkembangan peradilan elektronik yang dimulai penerapan e-filing, lalu berkembang ke e-litigation hingga penanganan perkara kasasi dan peninjauan kembali (PK) yang kini sepenuhnya menggunakan berkas digital.

Ketua Kamar Pembinaan menambahkan bahwa MA saat ini juga telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, serta prosedur beracara dalam mendukung digitalisasi peradilan. Oleh karenanya ia mendorong perspektif dan masukan dari kalangan akademisi dalam mendukung percepatan tersebut.

"Tentu kita perlu bantuan dari rekan-rekan akademisi untuk mengembangkan hal tersebut, apakah termasuk pengayaan fiturnya. Kita perlu penguatan tentang ini," ujar Syamsul Maarif.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan diskusi interaktif mengenai potensi implementasi kerja sama ke depan serta foto bersama antara pimpinan Mahkamah Agung dan jajaran perwakilan Universitas Maranatha Bandung.

Audiensi turut dihadiri Hakim Agung Kamar Pidana, Dr. Yohanes Priyana, S.H., M.H., Kepala Badan Urusan Administrasi MA, Dr. Sobandi, S.H., M.H., serta Sekretaris BSDK MA, Dr. Drs. Ach Jufri, S.H., M.H.

Sementara Universitas Maranatha diwakili oleh Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, Orias Petrus Moedak, S.E., Sekretaris Umum, Ir. Arif Suryanto, Rektor Universitas Maranatha, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D. beserta jajaran pada Fakultas Hukum dan Bisnis Digital. (sk/ds/DI/Photo:sno,sna)

 

 

📢 Untuk Berita Selengkapnya Klik Disini

Lantik 26 Pejabat Fungsional, Sekretaris MA : Jadikan Jabatan Sebagai Ruang Pengabdian

Ditulis oleh Pengadilan on .

LANTIK 26 PEJABAT FUNGSIONAL, SEKRETARIS MA: JADIKAN JABATAN SEBAGAI RUANG PENGABDIAN

Jakarta - Humas: Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia terus memperkuat tata kelola organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 26 pejabat fungsional pada Kamis, 27 Juli 2026 di Lt. 2 Gedung MA, Jakarta Pusat.

Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Sugiyanto, S.H., M.H. dalam amanatnya menegaskan pelantikan ini bukan semata-mata kegiatan seremoni, melainkan awal sebuah amanah dalam memajukan institusi.

“Pelantikan ini bukan sekadar pengangkatan dalam jabatan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab untuk mengabdikan kompetensi dan keahlian Saudara bagi kemajuan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya,” tegas Sekretaris MA.

Menurutnya jabatan yang diemban akan berimplikasi pada tuntutan untuk terus meningkatkan kompetensi dan pengetahuan. Akan tetapi ia mengingatkan kompetensi dan pengetahuan itu tidak akan bernilai jika tidak diikuti dengan nilai-nilai integritas.

“Kompetensi harus selalu berjalan beriringan dengan integritas. Keahlian akan semakin bernilai ketika dilaksanakan dengan kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap institusi,” ujarnya.

Sugiyanto menyampaikan para pejabat fungsional yang dilantik memiliki peran penting seiring upaya Mahkamah Agung dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan menuju badan peradilan yang modern dan profesional.

“Jadikan jabatan ini sebagai ruang pengabdian. Di mana pun Saudara bertugas, berikan manfaat, hadirkan solusi, dan berikan kontribusi terbaik bagi Mahkamah Agung,” pesan Sekretaris MA.

Dalam sumpahnya, para pejabat yang dilantik dipandu oleh Sekretaris MA berjanji untuk senatiasa setia dan mentaati Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjunjung etika jabatan dan tidak menyalahgunakan wewenang.

Adapun 26 pejabat fungsional yang dilantik sebagai berikut:

  1. Sri Agusvina, A.Md. Kep. sebagai Perawat Terampil pada Biro Umum BUA
  2. Wita Vera Mida, A.Md. Kep. sebagai Perawat Terampil pada Biro Umum BUA
  3. Dwi Firda Wati, A.Md. Kep. sebagai Perawat Terampil pada Biro Umum BUA
  4. Jihaan Salsa Biila, A.Md. Kep. sebagai Perawat Terampil pada Biro Umum BUA
  5. Rinawati, A.Md. Kep. sebagai Perawat Terampil pada Biro Umum BUA
  6. Afifah Nadia Balqis, A.Md. Kep. sebagai Perawat Terampil pada Biro Umum BUA
  7. Wella Triana, A.Md. Kes. sebagai Terapis Gigi dan Mulut Terampil pada Biro Umum BUA
  8. Novemtinus Zagoto, A.M.K.G. sebagai Terapis Gigi dan Mulut Terampil pada Biro Umum BUA
  9. Nurlaila Ratna Devi, A.Md. Kes. sebagai Terapis Gigi dan Mulut Terampil pada Biro Umum BUA
  10. Shindy Monalisa Sirait, A.Md. Kes. sebagai Terapis Gigi dan Mulut Terampil pada Biro Umum BUA
  11. Ni Kadek Diah Winik Wahyuni, A.Md. Kes. sebagai Terapis Gigi dan Mulut Terampil pada Biro Umum BUA
  12. Syafira Zahrotun Nur Aini, A.Md. Kes. sebagai Terapis Gigi dan Mulut Terampil pada Biro Umum BUA
  13. drg. Widi Marsha Fadila, S.K.G. sebagai Dokter Gigi Ahli Pertama pada Biro Umum BUA
  14. drg. Nadia Chairony sebagai Dokter Gigi Ahli Pertama pada Biro Umum BUA
  15. drg. Chairunnisa Andityarani sebagai Dokter Gigi Ahli Pertama pada Biro Umum BUA
  16. Abdul Fattah Annur, S.E. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Sekretariat Kepaniteraan
  17. Faisal Adam, S.Ter.Ars. sebagai Arsiparis Ahli Pertama pada Sekretariat Kepaniteraan
  18. Wilda Aulia Rahma, S.Tr.S.I. sebagai Arsiparis Ahli Pertama pada Sekretariat Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  19. Yoza Paradito Abka, S.E. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Biro Kesekretariatan Pimpinan BUA
  20. Panca Desriansyah Herlangga, S.E. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Biro Kesekretariatan Pimpinan BUA
  21. Ahmad Haidar Fakhruddin, S.E. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Biro Keuangan BUA
  22. Sahlan, S.E. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Biro Perencanaan dan Organisasi BUA
  23. Julita Nurul Astria, S.E. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Biro Perlengkapan BUA
  24. Sultan Alfiantsyah, S.E. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Sekretariat Kepaniteraan
  25. Farah Mas'udatul Rahmadani, S.Ak. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Sekretariat Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
  26. Wildan Achsanul Fikri, S.E. sebagai Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Ahli Pertama pada Sekretariat Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (sk/ds/DI/Photo:sno,alf)

 📢 Untuk Berita Selengkapnya Klik Disini

Doa Bagi Korban Musibah NTT dan Kalimantan Warnai Peringatan Maulid Nabi Di Mahkamah Agung

Ditulis oleh Pengadilan on .

DOA BAGI KORBAN MUSIBAH NTT DAN KALIMANTAN WARNAI PERINGATAN MAULID NABI DI MAHKAMAH AGUNG

 

Jakarta – Humas: Suasana khidmat menyelimuti kegiatan tausiyah agama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diadakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Mahkamah dengan menghadirkan Ustaz Dennis Lim pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Segenap pimpinan dan aparatur MA memanjatkan doa bersama demi keselamatan warga yang terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, serta di wilayah lainnya sebagai wujud empati serta kepedulian lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.

Sementara dalam tausiyahnya, Ustaz Dennis Lim menyampaikan sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu mengenal Allah SWT. Umat muslim yang mengamalkan ilmu ini akan senantiasa menjaga perilaku dan adabnya karena ingat akan Sang Pencipta.

“Tidak kenal dengan Allah SWT berani ambil yang bukan haknya, berani tidak jujur, berani dusta, berani khianat. Kenal sama Allah SWT tahu mana boleh mana tidak, mau nurut taat kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Selain ilmu mengenal Allah SWT, Dennis Lim juga mengajak aparatur peradilan untuk senantiasa menggunakan "kacamata iman" dalam memaknai kehidupan.

Dalam perspektif ini, menurutnya setiap kebaikan yang didasari niat karena Allah tidak akan pernah membawa kerugian, sekalipun dibalas dengan pengkhianatan atau kejahatan oleh sesama.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian dunia, baik dalam dinamika keluarga hingga cobaan ekonomi dapat menjadi fasilitas penolong utama di hari penghakiman kelak, terutama ketika amal ibadah masih memiliki kekurangan.

"Petani rela berpanas-panasan di sawah selama berbulan-bulan demi panen yang hanya berlangsung seminggu. Begitu pula hidup di dunia, ujian yang dihadapi hanya sementara, namun jika dihadapi dengan sabar dan lolos di pengadilan Allah, kenikmatan yang didapat adalah abadi," tuturnya

Ustaz yang kerap disapa Koh Denis itu turut mengulas sejarah penegakan hukum dan keadilan Islam yang relevan dengan tugas pokok dan fungsi Mahkamah Agung.

Diceritakan sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab, setiap kali wilayah baru dibuka, beliau selalu mengirimkan tiga pilar utama, seorang Amir (Gubernur), Imam Masjid, dan seorang Qadhi (Hakim) sebagai penentu serta penegak syariat.

Pentingnya keadilan dan tata kelola peradilan yang bersih juga dibuktikan pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir. Meski hanya memimpin selama 29 bulan, keadilan dan kepemimpinannya berhasil membawa kemakmuran yang luar biasa.

Disampaikan bahwa pada masa itu, dana zakat melimpah hingga sulit menemukan delapan golongan penerima. Setelah dana zakat dialokasikan untuk membiayai warga yang ingin berhaji dan menikah namun tidak mampu, sang Khalifah memerintahkan agar sisa bahan pangan ditaburkan di puncak pegunungan, agar tidak ada satu pun makhluk, bahkan seekor burung pun yang kelaparan di negeri muslimin.

Maraknya fenomena perjudian daring yang merambah berbagai lapisan masyarakat juga menjadi topik yang dibahas oleh pendakwah kelahiran Bogor ini. Ustaz Dennis menekankan maraknya judi daring bukan lagi sekadar persoalan kecanduan, melainkan bentuk penipuan terstruktur yang merusak tatanan ekonomi dan moral masyarakat akibat hilangnya pijakan syariat.

Ustaz Dennis Lim menegaskan bahwa kesuksesan terbesar seorang penjudi bukanlah saat mendapatkan keuntungan, melainkan saat ia mampu berhenti sepenuhnya.

Untuk keluar dari jerat perjudian daring menurutnya membutuhkan keberanian mental dalam menghadapi konsekuensi yang telah diperbuat serta mengembalikan keyakinan rezeki yang sah dan berkeberkahan hanya diperoleh melalui jalan yang diridhoi Allah SWT.

“Pilihannya cuma dua, berhenti sendiri, atau Allah paksa buat berhenti,” pesan Ustaz Dennis Lim

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Masjid Al-Mahkamah, Kompleks, Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Jakarta Pusat serta disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Mahkamah Agung yang dibuka oleh Ketua Kamar Agama sekaligus Ketua DKM Al-Mahkamah, Dr. Yasardin, S.H., M.Hum.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua MA, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, para Ketua Kamar, Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc serta para pejabat eselon dan teknis maupun aparatur di lingkungan Mahkamah Agung (sk/ds/DI/Photo:alf,kdr,sno,end)

 

📢 Untuk Berita Selengkapnya Klik Disini

Mahkamah Agung Rayakan HUT Ke-81 Lewat Pagelaran Wayang Kulit “Lakon Semar Kuning”

Ditulis oleh Pengadilan on .

MAHKAMAH AGUNG RAYAKAN HUT KE-81 LEWAT PAGELARAN WAYANG KULIT “LAKON SEMAR KUNING”

Jakarta - Humas: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81, Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menghadirkan sajian budaya melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Kegiatan in menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi yang menggambarkan kekayaan warisan budaya Nusantara.

Pagelaran wayang kulit yang terbuka tidak hanya bagi warga peradilan, namun juga umum ini dilaksanakan di Area Parkir Barat MA Jumat, 21 Agustus 2026 malam yang juga disiarkan secara langsung di kanal Youtube Mahkamah Agung.

Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. menyampaikan gelaran wayang kulit dalam rangka HUT Ke-81 MA ini menjadi bukti konkret bahwa penegakan hukum dan kebudayaan merupakan kedua hal yang tidak terpisahkan.

“Kebudayaan ibarat jiwa suatu bangsa, sedangkan hukum bertindak sebagai kerangka penopangnya,” ungkap Ketua MA.

Menurutnya jika kedua elemen tersebut bersanding dengan harmonis akan mewujudkan peradaban yang kokoh dan negara yang sejahtera.

Dirinya berharap lewat pentas ini dapat menjadi sumber inspirasi yang mencerahkan dan membulatkan tekad dalam mengawal keadilan dalam mewujudkan kemakmuran di Indonesia.

Lakon semar kuning yang dipentaskan ini menggambarkan kemuliaan, budi pekerti, dan ketegasan Semar dalam memperjuangkan keadilan.

Pentas didalangi oleh tiga tokoh dalang ternama, yakni Ketua Kamar Pengawasan MA, Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H. yang dikenal multitalenta dan aktif dalam melestarikan budaya Indonesia.

Ki Yanto akan didampingi oleh dalang Ki Sri Kuncoro yang juga merupakan polisi aktif dari satuan Korps Brimob Polri serta dalang kondang asal Blora, Jawa Tengah Ki Sigid Ariyanto, S.Sn.

Acara turut dimeriahkan pertunjukan tari gambyong yang dibawakan Yayasan Sanggar Seni Sri Kuncoro serta penampilan seniman Dimas Tedjo dan Cak Percil CS.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua MA periode 2020-2024, Prof. Dr. M. Syarifuddin, S.H., M.H., segenap pimpinan, hakim agung, dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo, dan para tamu undangan lainnya. (sk/ds/DI/Photo:sno,alf,kdr,end)

 

 

📢 Untuk Berita Selengkapnya Klik Disini