logo.png

 

 

 

 

 

 

Survei

Standar Pelayanan

E-Court

Direktori Putusan

Info Perkara

Laporan Kinerja

Sekretaris MA Buka Assesmen Seleksi Terbuka JPT Mahkamah Agung TA 2026

Ditulis oleh Pengadilan on .

SEKRETARIS MA BUKA ASSESMEN SELEKSI TERBUKA JPT MAHKAMAH AGUNG TA 2026

Jakarta – Humas: Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Sugiyanto, S.H., M.H. membuka pelaksanaan Tahapan Assessment Center Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama Mahkamah Agung Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Jakarta, Senin (2/2).

Dalam sambutannya, Sekretaris MA menyampaikan bahwa seleksi terbuka JPT menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan perubahan yang semakin kompleks di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

“Seleksi terbuka JPT Madya dan Pratama ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan orang-orang terpilih yang akan menduduki jabatan-jabatan strategis,” ujarnya.

Sekretaris MA menjelaskan kegiatan assessmen merupakan bagian dari rangkaian Seleksi Terbuka JPT Madya dan Pratama untuk enam jabatan strategis, yakni Kepala Badan Pengawasan, Inspektur Wilayah II Badan Pengawasan, Inspektur Wilayah IV Badan Pengawasan, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan Tata Usaha Negara, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Peradilan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan, serta Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung.

Ia juga memaparkan jumlah peserta seleksi secara keseluruhan mencapai 38 orang, yang terdiri atas lima peserta Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan 27 peserta Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang mengikuti assessment. Selain itu, terdapat lima peserta Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang tidak mengikuti assessment karena telah mengikuti assessment dalam dua tahun terakhir, serta satu peserta yang dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Sekretaris MA, pelaksanaan assessmen bertujuan untuk menggali kapasitas dan pola pikir peserta secara komprehensif.

Untuk itu dirinya berharap seluruh peserta dapat menunjukkan performa terbaik selama mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Kami berharap agar peserta dapat mempersembahkan usaha terbaiknya dalam mengikuti kegiatan assessment pada hari ini, serta rangkaian kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujar Sekretaris MA.

Mengakhiri sambutannya, Sekretaris MA secara resmi membuka pelaksanaan tahapan assessment center. “Akhirnya dengan ucapan Bismillahirahmanirahim, Pelaksanaan Tahapan Assessment Center Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Pada Mahkamah Agung RI Tahun Anggaran 2026 Saya nyatakan dibuka,” pungkasnya. (sk/ds/RS/Photo:sno,kdr,end)

Pimpinan MA Sampaikan Pengarahan Bagi Peserta Pelatihan Hakim Ekonomi Syariah Di Riyadh

Ditulis oleh Pengadilan on .

PIMPINAN MA SAMPAIKAN PENGARAHAN BAGI PESERTA PELATIHAN HAKIM EKONOMI SYARIAH DI RIYADH

Jakarta – Humas: Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. memberikan 4 (empat) pesan penting kepada peserta pelatihan Hakim Ekonomi Syariah yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Higher Judicial Institute, Universitas Islam Imam Muhammad Bin Saud, Riyadh, Arab Saudi yang akan berlangsung pada 01-12 Februari 2026.

“Dengan terpilihnya saudara sekalian menunjukkan bahwa saudara adalah sosok-sosok hakim yang mumpuni, memiliki kompetensi yang unggul serta keterampilan bahasa Arab yang baik sehingga saudara-saudara sudah dinyatakan berhasil lulus setelah melalui serangkain tahap seleksi dan nominasi yang ketat,” ujar Prof. Sunarto di Gedung MA, Jumat (30/1).

Ketua MA menegaskan kesempatan mengikuti pelatihan di Arab Saudi merupakan momentum berharga untuk memperkaya perjalanan karier dan pengetahuan para hakim, khususnya di lingkungan peradilan agama. Oleh karenanya dia berpesan agar peserta menjaga nama baik Indonesia selama berada di luar negeri.

“Mari jaga nama baik negara republik Indonesia selama berada di luar negeri. Ingat, kehadiran Saudara di sana bukan semata-mata sebagai individu atau peserta perlatihan. Melainkan sebagai representasi resmi negara dan duta peradilan,” kata Ketua MA.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku, serta menghormati budaya dan norma yang berlaku di Arab Saudi.

“Jangan sekali-sekali saudara lakukan itu karena itu akan mendatangkan citra negatif, baik terhadap diri saudara dan juga pada hakim-hakim Indonesia yang pada akhirnya mempengaruhi lembaga peradilan Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Ketua MA meminta peserta memanfaatkan pelatihan untuk menimba pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Ia berharap peserta dapat memperdalam pemahaman ekonomi syariah mulai dari aspek regulasi, fatwa, hingga praktik, termasuk penyelesaian sengketa dan kepailitan.

Dalam kesempatan itu Ketua MA menekankan pentingnya laporan dan dokumentasi hasil pembelajaran. Menurutnya laporan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bersama dan rujukan bagi pimpinan Mahkamah Agung dalam pengambilan kebijakan.

“Ingat bahwa tujuan akhir dari pelatihan ini bukanlah sekedar sertifikat tetapi kontribusi konkret berupa penguatan kualitas putusan, peningkatan kompetensi, dan kemajuan sistem ekonomi syariah di Indonesia,” tegasnya.

Para peserta pelatihan juga diingatkan untuk menjaga kesehatan, keamanan, dan kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Menutup arahannya, Ketua MA kembali mengapresiasi para peserta pelatihan. Dirinya berharap pelatihan ini dapat membawa dampak positif bagi peradilan agama mendatang. 

“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada saudara sekalian, selamat menikmati pelatihan, selamat mulai dari keberangkatan hingga saudara pulang membawa ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya kemajuan lembaga peradilan agama,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. menyampaikan kesempatan menimba ilmu ke Arab Saudi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

"Jadi Bapak-bapak ke sana itu menimba ilmu jangan tanpa persiapan, Tentunya ilmu ekonomi syariah yang Bapak kuasai di sini nanti bandingkan di sana, perdalam di sana, dan didokumentasikan artinya dicatat semua," pesan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial.

Sementara itu, Ketua Kamar Agama MA, Dr. Yasardin, S.H., M.Hum. mengingatkan para peserta untuk fokus menimba ilmu ekonomi syariah di Riyadh. Dirinya berpesan untuk tidak berfokus pada isu-isu politis yang ada di Arab Saudi. (sk/ds/RS/Photo:zhd)

Pendaftaran Seleksi Calon Hakim MK Unsur MA Telah Ditutup, Pansel Gelar Rapat Evaluasi

Ditulis oleh Pengadilan on .

PENDAFTARAN SELEKSI CALON HAKIM MK UNSUR MA TELAH DITUTUP, PANSEL GELAR RAPAT EVALUASI

Jakarta-Humas: Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menggelar Rapat Evaluasi Pendaftaran Calon Hakim Konstitusi dari unsur Mahkamah Agung Tahun Anggaran 2026. Rapat ini dilaksanakan pada 01-02 Februari 2026 di Jakarta sebagai bagian dari tahapan seleksi untuk menilai proses dan hasil pendaftaran calon, sekaligus memastikan seluruh mekanisme seleksi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rapat evaluasi melibatkan Panitia Seleksi yang terdiri dari unsur pimpinan Mahkamah Agung, ketua kamar, akademisi, serta praktisi hukum, dengan dukungan sekretariat dan pelaksana kegiatan dari berbagai unit kerja di lingkungan Mahkamah Agung. 

Pendaftaran calon Hakim Konstitusi dari unsur Mahkamah Agung telah dibuka sejak 2-30 Januari 2026 yang dilakukan secara online merujuk pada pengumuman Wakil Ketua MA Bidang Yudisial sekaligus Ketua Panitia Seleksi Nomor 13/WKMA.Y/KP1.1.4/I/2026. (sk/ds/RS/Photo:End)

Di Hadapan Ketua MA, Ketua PT. Banten Menutup Pengabdiannya Di Dunia Peradilan

Ditulis oleh Pengadilan on .

DI HADAPAN KETUA MA, KETUA PT BANTEN MENUTUP PENGABDIANNYA DI DUNIA PERADILAN

Serang – Humas: Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. memimpin wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Banten Dr. Suharjono, S.H., M.Hum., pada Jumat (30/1) di Pengadilan Tinggi Banten, Serang. Wisuda purnabakti tersebut menjadi penanda berakhirnya pengabdian Suharjono setelah lebih dari empat dekade mengabdi di lembaga peradilan.

Dalam sambutannya, Ketua MA menyampaikan purnabakti merupakan hak terhormat yang diraih melalui pengabdian panjang.

“Wisuda purnabakti ini adalah wujud penghargaan atas dedikasi Saudara Dr. Suharjono, S.H., M.Hum. dalam menegakkan hukum dan keadilan. Purnabakti, sejatinya, bukan sekadar penanda akhir masa tugas, melainkan hak terhormat yang diraih melalui pengabdian panjang,” ujar Ketua MA.

Prof. Sunarto mengingatkan perjalanan karier seorang hakim sarat dengan proses pembentukan integritas dan keteguhan nurani. Ia menyebut perjalanan karier Suharjono dimulai dari titik paling awal.

“Perjalanan karier beliau dimulai dari titik paling awal, dari langkah sederhana pada tahun 1985, yaitu sebagai Calon Hakim Pengadilan Negeri Sleman. Dari sinilah dasar integritas dan keteguhan nurani ditempa sebagai bekal menapaki jalan panjang pengabdian,” kata Ketua MA.

Menurut Prof. Sunarto, amanah sebagai pimpinan pengadilan tingkat banding bukanlah tugas yang ringan, terlebih ketika harus menyeimbangkan tanggung jawab profesi dan keluarga. Namun, Suharjono dinilai mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh dedikasi.

“Karena itu, beliau patut menjadi teladan bagi seluruh hakim di Indonesia, karena telah menapaki karier hingga puncaknya sebagai Ketua Pengadilan Tinggi,” ujarnya.

Ketua MA juga menekankan tidak semua hakim memperoleh kehormatan untuk mengakhiri masa pengabdian pada jabatan tertinggi.

“Capaian ini merupakan anugerah yang patut disyukuri, karena tidak semua hakim memperoleh kehormatan untuk mengakhiri masa pengabdiannya pada jabatan tertinggi tersebut,” tutur Ketua MA.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MA turut menyinggung tantangan kelembagaan yang masih dihadapi Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya, khususnya terkait kekurangan jumlah hakim.

“Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya saat ini masih menghadapi kekurangan jumlah hakim,” kata Ketua MA

Dirinya menjelaskan kondisi tersebut menjadi dasar dilaksanakannya penerimaan calon hakim sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengadaan Hakim Pengadilan Tingkat Pertama.

Menutup sambutannya, Ketua MA melepas Suharjono memasuki masa purnabakti dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan.

“Dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, saya melepas Saudara Dr. Suharjono, S.H., M.Hum., selaku Ketua Pengadilan Tinggi Banten, untuk memasuki masa purnabakti. Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas seluruh pengabdian yang telah dicurahkan bagi lembaga peradilan yang kita cintai,” ujar Ketua MA.

Suharjono memulai kariernya di dunia peradilan pada 1985 sebagai Calon Hakim Pengadilan Negeri Sleman. Ia kemudian diangkat sebagai Hakim Pengadilan Negeri Putussibau pada 1987 dan melanjutkan pengabdian di Pengadilan Negeri Tondano, Surakarta, Denpasar, Bale Bandung, serta Jakarta Barat.

Karier kepemimpinannya ditempuh melalui berbagai jabatan strategis, antara lain sebagai Wakil Ketua dan Ketua Pengadilan Negeri di Lamongan, Jepara, Mojokerto, Samarinda, hingga Jakarta Timur.

Pada jenjang banding, Suharjono mengemban amanah sebagai Hakim Tinggi dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi di sejumlah daerah, sebelum dipercaya menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Maluku Utara, Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, dan akhirnya menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Banten sejak Januari 2025 hingga memasuki masa purnabakti. (sk/ds/RS/Photo:yrz,sno,kdr)

Mahkamah Agung Raih Capaian Tertinggi Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Tahun 2025

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

MAHKAMAH AGUNG RAIH CAPAIAN TERTINGGI TINDAK LANJUT REKOMENDASI BPK TAHUN 2025

Jakarta – Humas: Mahkamah Agung Republik Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan negara. Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Mahkamah Agung mencatatkan capaian 96,65 persen penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan per Semester II Tahun 2025. Capaian ini tertinggi di antara seluruh Lembaga Negara.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Dr. Nyoman Adhi Suryadnyana., S.E., M.E., saat berkunjung ke Mahkamah Agung pada acara Entry Meeting Pemeriksaan atas Laporan Keuangan MA tahun 2025 pada Senin, 26 Januari 2026.

Capaian tersebut merepresentasikan penyelesaian 1.948 rekomendasi hasil pemeriksaan dengan total nilai mencapai Rp48,94 miliar, yang seluruhnya telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Tingginya tingkat penyelesaian ini menunjukkan komitmen kuat Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam memastikan setiap rekomendasi auditor negara ditindaklanjuti secara nyata dan berkelanjutan.

Atas capaian tersebut, Ketua BPK menyampaikan apresiasi kepada Mahkamah Agung. Ia menilai, dengan karakteristik Mahkamah Agung sebagai lembaga negara yang memiliki satuan kerja sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, capaian tersebut merupakan prestasi yang patut diapresiasi.

“Sebagai lembaga negara dengan satuan kerja yang sangat banyak, capaian yang diraih Mahkamah Agung ini merupakan capaian terbaik,” ujar Ketua BPK.

Menanggapi apresiasi tersebut, Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., menegaskan bahwa Mahkamah Agung justru sangat berkepentingan untuk diperiksa dan dievaluasi. Menurutnya, penilaian dari pihak eksternal memberikan gambaran yang lebih jelas dan objektif terhadap kinerja lembaga.

“kalau kami yang menilai kan tentu tidak pantas ya, untuk itu, Mahkamah Agung sangat berkepentingan untuk diperiksa dan dievaluasi, karena penilaian dari luar jauh lebih jelas dan lebih objektif,” tegas Ketua Mahkamah Agung.

Selain keberhasilan dalam tindak lanjut rekomendasi, Mahkamah Agung juga dinilai konsisten dalam menjaga kualitas laporan keuangan dengan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 13 kali berturut-turut sejak tahun 2013. Capaian tersebut mencerminkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan negara.

Ketua BPK juga menyoroti peningkatan kinerja minutasi perkara, yang didukung oleh transformasi digital dalam penanganan perkara kasasi dan peninjauan kembali (PK). Transformasi tersebut dinilai berkontribusi signifikan terhadap efisiensi proses peradilan serta percepatan penyelesaian perkara.

Di samping itu, apresiasi diberikan atas upaya digitalisasi sistem peradilan melalui layanan e-Court dan e-Berpadu, yang semakin mendukung kemudahan akses masyarakat terhadap keadilan serta peningkatan kualitas layanan peradilan.

Secara keseluruhan, capaian dan apresiasi ini menegaskan posisi Mahkamah Agung sebagai Lembaga Negara dengan kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan terbaik tahun 2025, sekaligus menunjukkan komitmen kuat lembaga peradilan dalam menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan terhadap evaluasi eksternal.

Turut hadir pada kegiatan ini Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Suharto, S.H., M.Hum., Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum., Ketua Kamar Pengawasan, Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H., Hakim Agung yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, Suradi, S.H., S.Sos., M.H., Sekretaris MA, Sugiyanto, S.H., M.H., Kepala Badan Urusan Administasi, Dr. Sobandi, S.H., M.H. dan Kepala Biro Keuangan Mahkamah Agung, Edi Yuniadi, S.E., S.Sos., M.M., CPSAK. (azh/RS/photo: Sno, Adr)