logo.png

 

 

 

 

 

 

Survei

Standar Pelayanan

E-Court

Direktori Putusan

Info Perkara

Laporan Kinerja

1.451 Hakim Baru Terima Pembinaan Dari Pimpinan Mahkamah Agung

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

1.451 HAKIM BARU TERIMA PEMBINAAN DARI PIMPINAN MAHKAMAH AGUNG

Jakarta – Humas: Setelah resmi dikukuhkan sebagai hakim pada Kamis (12/6), sebanyak 1.451 hakim baru mengikuti kegiatan pembinaan dari Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., di Jakarta, pada Jumat, 13 Juni 2025.

Turut hadir memberikan pembinaan kepada para hakim baru yaitu Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial dan para Ketua Kamar. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh para pejabat eselon I pada Mahakamah Agung dan juga Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan MA.

Di hadapan para pengadil baru tersebut Ketua Mahkamah Agung menegaskan bahwa jabatan hakim adalah jabatan terhormat dan dihormati. Ia meminta para hakim jangan merusak kehormatan tersebut.

“Hakim itu jabatan terhormat dan dihormati, jangan anda rusak kehormatan tersebut, jangan gadaikan dengan lembaran rupiah atau dolar,” tegas Ketua MA.

Mantan Kepala Badan Pengawasan tersebut menegaskan bahwa bahwa Mahkamah Agung menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap pelanggaran etik dan perilaku tidak patut. Ia meminta para hakim untuk memberikan pelayanan yang baik, yang tidak transaksional. 

“Jangankan seratus juta,  seratus ribu pun saya tidak punya toleransi, pasti akan ditindak dengan tegas, jika masih ada hakim yang memberikan pelayanan transaksional,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai hakim. Ia mengingatkan bahwa profesi hakim adalah profesi sunyi yang menuntut dedikasi, kesederhanaan, dan kehati-hatian.

“Dengan memilih menjadi hakim berarti kita memiliki kebebasan yang terbatas. Cara berpakaian, berbicara, bepergian, bahkan pilihan tempat bersosialisasi harus dijaga. Karena hakim adalah wakil tuhan di bumi,” tegasnya.

Ketua MA juga menyampaikan bahwa dalam sistem pembinaan karier ke depan, promosi dan mutasi tidak lagi didasarkan pada rasa, tetapi pada data dan rekam jejak kinerja. Ia menekankan bahwa untuk menjadi pimpinan, para hakim tidak perlu melakukan pendekatan personal, melainkan membangun kualitas dan kedekatan spiritual.

“Jangan ketuk pintu pimpinan. Ketuklah pintu langit,” pesannya.

Beliau menambahkan bahwa sense of belonging terhadap lembaga harus menjadi bagian dari integritas seorang hakim. “Jangan bekerja sekadar untuk penghasilan, tapi jadikan tugas ini sebagai ibadah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Mahkamah Agung menjabarkan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh hakim, di antaranya yaitu: wajib menjaga integritas, pribadi dan jabatan, hidup sederhana dan tidak pamer gaya hidup hedon.

Sedangkan yang tidak boleh dilakukan para hakim beberapa di antaranya yaitu menerima suap, gratifikasi, dan bergaya hidup hedon. Mereka juga dilarang membuat unggahan di media sosial yang menimbulkan persepsi keberpihakan, kemewahan, atau komentar atas suatu perkara.  

Sebagai penutup, Ketua MA mendorong para hakim baru untuk berani bermimpi besar dan siap menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi informasi.

“Bersahabatlah dengan hukum. Di manapun Saudara berada akan ada hukum yang mengaturnya. Dengan demikian, hidup saudara menjadi terjaga dan terasa menyenangkan,” pungkasnya. (azh/RS/photo:Adr,Sno)

Sekretaris Mahkamah Agung Mengambil Sumpah Jabatan 25 Pegawai Negeri Sipil Mahkamah Agung

Ditulis oleh Pengadilan on .

SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG MENGAMBIL SUMPAH JABATAN 25 PEGAWAI NEGERI SIPIL MAHKAMAH AGUNG

Jakarta – Humas : Sekretaris Mahkamah Agung Sugiyanto, S.H., M.H mengambilan sumpah Jabatan 25 Pegawai Negeri Sipil Mahkamah Agung pada Jum’at 13 Juni 2025 bertempat dilantai 2 gedung Tower Mahkamah Agung.

Pengambilan Sumpah Jabatan ini berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor: 1170/SEK/SK.KP1.2.6/IV/2025 tanggal 28 April 2025 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil.

Dalam sambutannya Sekretaris Mahkamkah Agung menyampaikan, sumpah yang diucapkan selain disaksikan dan didengar oleh semua yang hadir, pastinya disaksikan oleh Alloh SWT, Tuhan Yanga Maha Esa.

“Untuk itu ingatlah sumpah yang saudara ucapkan, bahwa saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab dan menjaga integritas serta menghindari dari perbuatan tercela”, tegas Sekma.

Lebih lanjut Plt. Kepala Badan Pengawasan ini mengingatkan pegawai yang telah diambil sumpahnya ini menjadi bagian dari system yang menjaga keadilan, integritas, dan supremasi hukum di Indonesia, ini adalah tanggung jawab yang besar, namun mulia.

https://mahkamahagung.go.id/cms/media/13664

Adapun 25 Pegawai Negersi Sipil yang diambil sumpahnya, yakni;

1. K ARINA ROSELIND, S.H.

2. MUHAMAD IQBAL, S.H.

3. SUTIYO, S.H.

4. MARIA ULFAH TIDAR, S.H.

5 NURASYIFAH KHOIRALA, S.H.

6. DEAN RIZQULLAH RISDARYANTO, S.H.

7. MITKHAN UBAIDILLAH, S.H.

8. ADZIM MUFLI RAHMAN, S.H.

9. WAHANI DWICIPTA IFTITAHUROHMAH, S.H.

10. BENITA BERYL BUDIYANI, .S.H.

11. LIBERT MANUMPAK MANURUNG, S.H.

12. ICHWAN A, S.H.

13. ZENIA AZIZ KHOIRUNISA, S.H.

14. AMELLIA THAHIRAH, S.H.

15. DARY ABIYYU, S.H.

16. DANY CHANDRA ARTAKENCANA, S.H.

17. ELLYZABETH PANJIALITA PANJAITAN, S.H.

18. SILVIA HAYATUN NISA, S.H.

19. SINTIA IRNA DIANIS IFADA, S.H.

20. MUHAMMAD ZULKIFLI, S.H.

21. WINNIE SITORUS, S.H.

22. INGGI SEKAR AJI MUZAKI, S.H.

23. UDIYANI SHAFIRA PUTRI, S.H.

24. CUT TRISHA SYARAFINA, S.H.

25. YAYING PRABASWARA, S.H.

Acara tersebut dihadiri Kepala Biro Kepegawaian, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi di lingkungan Mahkamah Agung serta undangan lainnya.(enk/pn/photo:bly,alf).

Sebanyak 1.451 Baru Hakim Resmi Dikukuhkan

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

SEBANYAK 1.451 BARU HAKIM RESMI DIKUKUHKAN

Jakarta – Humas: Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H.  mengukuhkan 1.451 Hakim Pengadilan Tingkat Pertama pada Empat Lingkungan Peradilan Seluruh Indonesia Tahun 2025 di kantor Mahkamah Agung, Jakarta, pada Kamis, 12 Juni 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto.

Adapun jumlah hakim yang dikukuhkan terdiri atas:

•    921 hakim peradilan umum

•    362 hakim peradilan agama

•    143 hakim peradilan tata usaha negara

•    25 hakim peradilan militer

Para hakim baru tersebut akan ditempatkan pada satuan kerja pengadilan tingkat pertama di seluruh Indonesia, yaitu 144 pengadilan negeri, 173 pengadilan agama, 22 pengadilan tata usaha negara, dan 11 pengadilan militer. Dengan penambahan ini, jumlah total hakim di Indonesia kini mencapai 8.711 orang.

Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung RI menyampaikan selamat kepada para hakim yang telah melewati beragam program hingga sampai pada hari ini. 

“Saudara-saudara sudah ditempa dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan sejak menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, lalu menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan Klerek-Analis Perkara Peradilan, dilanjutkan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim Terpadu, selama satu tahun lamanya di Pusdiklat Mahkamah Agung, disertai dengan magang di kantor pengadilan, hingga akhirnya hari ini dinyatakan lulus menjadi hakim,” ujarnya

Dalam arahannya, Ketua MA menyampaikan pesan moral agar para hakim senantiasa rendah hati dan menjunjung tinggi nilai keadilan.

“Jadilah hakim yang meneladani ilmu padi, hakim rendah hati yang sikap dan tutur katanya tidak merendahkan orang lain,” pesannya.

Ketua MA juga mengingatkan bahwa hakim adalah cerminan negara di mata masyarakat. Oleh karena itu, integritas, profesionalisme, dan independensi harus dijaga dengan sungguh-sungguh, terlebih di tengah tantangan menurunnya kepercayaan publik akibat ulah segelintir oknum.

“Keadilan tidak hanya ditemukan dalam teks undang-undang, tetapi juga harus terpancar dari hati nurani seorang hakim,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Mahkamah Agung atas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan calon hakim secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya keberadaan hakim yang berintegritas dan profesional sebagai pilar utama dalam sistem peradilan.

“Syarat menjadi negara yang berhasil adalah memiliki sistem hukum yang menjamin keadilan bagi seluruh rakyat. Hakim adalah benteng terakhir keadilan. Dengan hakim yang kuat, Indonesia akan menjadi negara yang berhasil,” ujar Presiden.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kekuatan lembaga yudikatif, Presiden mengumumkan kenaikan gaji bagi seluruh hakim hingga 280 persen, dengan hakim junior sebagai penerima kenaikan tertinggi.

Seluruh hakim akan mendapatkan kenaikan gaji yang signifikan tergantung golongan, dan yang akan mendapatkan kenaikan paling tinggi adalah hakim yang paling junior,” ujar Presiden disambut tepuk tangan para undangan.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi, Ketua Komisi Yudisial, Kapolri, Panglima TNI, para Menteri Kabinet, serta Pimpinan Mahkamah Agung, Hakim Agung, Hakim Ad Hoc, pejabat eselon I dan II Mahkamah Agung, serta keluarga para hakim yang dikukuhkan (azh/RS/Foto: Biro Pers Istana)

KETUA MA : Pimpinan Pengadilan Tingkat Banding Harus Bisa Menjadi Teladan ( Role Model)

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

KETUA MA : PIMPINAN PENGADILAN TINGKAT BANDING HARUS BISA MENJADI TELADAN ( ROLE MODEL)

Jakarta – Humas: "Saudara – saudara yang baru saja dilantik hari ini, sebagai Pimpinan Pengadilan Tingkat Banding,  harus bisa menjadi Role Model, karena dalam struktur peradilan, Pengadilan Tingkat Banding merupakan kawal depan (voorpost) Mahkamah Agung yang memiliki fungsi pengawasan dan pembinaan,” 

demikian disampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. saat Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Enam Belas orang Ketua Pengadilan Tinggi Agama pada Rabu,11 Juni 2024 di Ruang Kusumah Atmaja, gedung Mahkamah Agung, Jakarta.
 
Berikut Enam Belas Orang yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia:
1. Dr. Zulkifli Yus,M.H., sebagai Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh;
2. Dr. Sutomo, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru;
3. Drs. Abdullah, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan TinggiAgama Palembang;
4. Dr. H. Khaerudin, S.H., M.Hum., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung;
5. Drs. Rusman Mallapi, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura;
6. Dr. H. Yusuf Buchori, S.H., M.S.I., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten;
7. Dr. Chazim Maksalina, M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi;
8. Dra. Nia Nurhamidah Romli, M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo;
9. Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya;
10. Dr. Rokhanah, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang;
11. Dr. Mame Sadafal, M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda;
12. Drs. H. Damsir, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kendari;
13. Dra. Erni Zurnilah, M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kupang;
14.Dr. Hasnawaty Abdullah, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat;
15. Dr. Drs. H. Moch. Sukkri, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak;
16.Dr. H. Bambang Supriastoto, S.H., M.H., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Utara;


Lebih lanjut, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan bahwa kualitas pimpinan pengadilan akan menentukan kualitas badan peradilan itu sendiri, oleh karena itu, dibutuhkan sosok- sosok pemimpin mumpuni yang menguasai aspek teknis yudisial serta terampil merumuskan kebijakan non yudisial di waktu yang bersamaan.

Menurutnya,  para hakim yang baru dilantik dapat menjadi sosok  yang dapat merangkul dan menolong dalam kebaikan dalam memimpin Pengadilan, agar organisasi yang dipimpin dapat berjalan dengan baik. 

Selain itu, Prof Sunarto  berpesan agar bersama - sama membangun sinergi yang dilandasi semangat profesionalisme, kejujuran, dan tanggung jawab, bukan kompromi dengan mengorbankan nilai-nilai keadilan yang sejatinya harus ditegakkan.


Di akhir sambutannya, Ketua MA mengingatkan tentang pentingnya totalitas berupaya membalikkan piramida pelayanan dari ‘pimpinan dilayani’ menjadi ‘pimpinan melayani’, Pimpinan pengadilan tingkat banding tidak selalu identik dengan fasilitas, karena ada kalanya pimpinan harus berada di garis terdepan menjadi contoh bagi hakim dan aparatur di bawahnya.

" Untuk kepada istri  dari para pejabat yang baru saja di lantik, agar dapat berperan aktif di Dharmayukti Karini, serta mendukung dan mengingatkan pasangannya untuk terus menjaga integritas, mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga", ujar mantan Ketua Badan Pengawasan MA.
 
Hadir pada pelantikan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, para Ketua kamar MahkamahAgung,  Pejabat Eselon 1 dilingkungan Mahkamah Agung, Pengurus Pusat Dharmayukti Karini Mahkamah Agung dan undangan lainnya (Ish/RS/PN Photo:  Adri, Seno, Alip,billy)

Mahkamah Agung Gelar "MA GOES TO CAMPUS" di Banjarmasin

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

MAHKAMAH AGUNG GELAR “MA GOES TO CAMPUS” DI BANJARMASIN

Banjarmasin - Humas: Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Biro Hukum dan Humas kembali menyelenggarakan kegiatan “MA Goes to Campus  (MAGTC)” pada Rabu, 11 Juni 2025. MAGTC Kali ini dilaksanakan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Kalimantan Selatan.  Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran Mahkamah Agung serta memperkenalkan profesi hakim secara lebih dekat dan menyeluruh.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Dr. Sobandi menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada para mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mengenal lebih dekat lembaga peradilan, fungsi-fungsinya, serta tantangan yang dihadapi dalam menegakkan hukum di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini saya ingin menitip pesan kepada adik-adik, bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal hadir di kelas dan menyelesaikan tugas. Jadilah mahasiswa yang aktif, kritis, dan visioner. Jangan ragu untuk bermimpi besar, tapi iringi dengan integritas, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Dunia hukum tidak hanya menuntut kepintaran, tetapi juga keberanian moral dan keteguhan prinsip,” ujar Sobandi. 

“Saya merasa sangat bahagia dan terhormat bisa berdiri di tengah-tengah Bapak, Ibu, serta para mahasiswa sekalian dalam acara Mahkamah Agung Goes to Campus. Saya percaya dari Banjarmasin akan lahir generasi penerus bangsa yang andal baik itu sebagai hakim maupun profesi lain,” katanya.

Sementara itu, pada sambutannya mewakili Rektor ULM, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi ULM, Dr. Ir. H. Yusuf Azis, M.Sc., menyampaikan kebanggaan atas terpilihnya ULM sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini.

“Kami sangat senang dan merasa terhormat karena Universitas Lambung Mangkurat terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ilmu, wawasan, dan pengalaman berharga bagi para mahasiswa,” ucapnya.

Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Banjarmasin, yaitu Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sari Mulia, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, dan Universitas Islam Negeri Antasari. Kehadiran peserta lintas kampus menandakan tingginya minat generasi muda terhadap isu-isu hukum dan peradilan.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah paparan dari dua narasumber utama Mahkamah Agung, yaitu Dr. Riki Perdana R. Waruwu, S.H., M.H., dan Lucia Ridayanti, S.H., M.H., yang merupakan Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas MA. Keduanya membawakan materi seputar dunia kehakiman, mulai dari proses seleksi menjadi hakim, integritas sebagai kunci utama profesi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Mereka juga memaparkan secara terbuka mengenai sistem rekrutmen, jenjang karier, hingga informasi mengenai take-home pay yang menjadi salah satu hal yang banyak ditanyakan oleh mahasiswa. Para peserta diberi kesempatan untuk berdialog dan bertanya langsung, menciptakan suasana yang interaktif dan edukatif.

Tak hanya sesi diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan pemutaran film inspiratif berjudul Titik Balik. Film ini mengisahkan sosok Firza, seorang hakim dalam menjalani tugasnya sebagai pengadil dan tantangannya dalam menjaga integritas. Melalui film tersebut, mahasiswa diajak menyelami sisi emosional dan tanggung jawab besar yang melekat dalam profesi hakim.

Program “MA Goes to Campus”, yang kini memasuki tahun kelima, diharapkan menjadi wadah edukatif untuk membangun pemahaman profesi hakim yang lebih mendalam di kalangan mahasiswa.

Mahkamah Agung berharap program ini tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga turut mendorong minat para mahasiswa untuk menjadi hakim di Indonesia. (azh/RS/photo:Yrz)