logo.png

 

 

 

 

 

 

Survei

Standar Pelayanan

E-Court

Direktori Putusan

Info Perkara

Laporan Kinerja

Ketua Mahkamah Agung Melepas 2 Ketua Pengadilan Tinggi tata Usaha Negara

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

KETUA MAHKAMAH AGUNG MELEPAS 2 KETUA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA

Jakarta – Humas : Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H melepas 2 Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya, Dr. Istiwibowo, S.H., M.H. dan Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Mataram, Didik Andy Prastowo, S.H., M.H., dalam acara Purnabakti yang berlangsung secara virtual pada Rabu, 30 Oktober 2024 di lantai 14 gedung Mahkamah Agung Jakarta.

Prof. Sunarto dalam sambutannya mengatakan, prosesi purnabakti bukan berarti perpisahan, namun merupakan wujud apresiasi dari kita sesama insan peradilan, atas keberhasilan Bapak Dr. Istiwibowo, S.H., M.H.. dan Bapak Didik Andy Prastowo, S.H., M.H., yang sukses mencapai fase akhir pengabdiannya dengan selamat. Sebagai sesama insan yudikatif, tentunya kita memiliki memori kolektif yang sama, merasakan suka duka sebagai seorang hakim dan aparatur peradilan, mencicipi pahit manis perjuangan dalam menegakkan hukum dan keadilan.

Menurutnya, Dr. Istiwibowo, S.H., M.H. dan Didik Andy Prastowo, S.H., M.H. selama kurang lebih 39 tahun lamanya mengabdikan diri di lembaga yang kita cintai ini, tidak sedikit tantangan yang telah dilalui. Terlebih lagi bagi seorang pimpinan pengadilan tingkat banding, tentu saja beban tanggungjawab yang harus dipikul semakin berat dan bertambah. Namun demikian, lika liku pengabdian akan terasa ringan jika disertai dengan keikhlasan.

Lebih lanjut mantan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial ini menambahkan, purnabakti mengajarkan kita untuk selalu memiliki karakter yang kokoh dan berintegritas. Selama mengabdi di ranah peradilan, kita menyadari bahwa integritas sebagai garansi bagi tumbuhnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini. Rendahnya tingkat kepercayaan terhadap peradilan menandakan buramnya potret keadilan di suatu bangsa.

Perjuangan mempertahankan integritas merupakan jihad seorang hakim. Ujian menjaga integritas adalah pertaruhan sepanjang meniti karir. Integritas lah yang akan menjadi legasi dan membuat seorang hakim bakal dikenang sebagai pahlawan keadilan. Beberapa rekan kita ada yang gagal menempuh ujian ini, sehingga harus menerima sanksi disiplin, kode etik, menghadapi konsekuensi hukum dan karirnya terhenti di tengah jalan, sehingga tidak mampu menutup pengabdiannya dengan penuh kehormatan. Oleh karena itu, ketika seorang hakim mampu mencapai garis akhir pengabdian tanpa meninggalkan catatan hitam, itulah prestasi sejati yang menjadi mahkota kebanggaan dalam hidupnya, tegas KMA.

https://mahkamahagung.go.id/cms/media/13117

Dirinya menambahkan dalam menyikapi situasi belakangan ini, marilah kita bersama-sama meneguhkan hati untuk menjadikan peristiwa nir-integritas sebagai yang terakhir dengan kembali meningkatkan kode etik hakim dan kode etik aparatur peradilan, disertai upaya meningkatkan kesejahteraan peradilan (judicial well-being) dapat terwujud dengan sepenuhnya.

Mengakhiri sambutannya Ketua MA menyampaikan rasa syukur dan bangga, melepas Dr. Istiwibowo, S.H., M.H., selaku Ketua Pengadilan Tinggi TUN Surabaya dan Didik Andy Prastowo, S.H., M.H., selaku Ketua Pengadilan Tinggi TUN Mataram yang memasuki purnabakti.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Lumintarti, S.H., isteri dari Bapak Dr. Istiwibowo, S.H., M.H. dan Ibu Drg. Endang Sri H. istri Bapak Didik Andy Prastowo, S.H., M.H., yang telah dengan setia mendampingi selama bertugas di jajaran Peradilan, terutama atas darma baktinya kepada organisasi Dharmmayukti Karini, serta segenap putra, putri dan keluarga besar, yang dengan sabar dan ikhlas menemani Bapak-bapak dalam mengabdi kepada bangsa dan negara”. imbuhnya.

Acara Purnabakti ini juga dihadiri Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Ketua Kamar Tata Usaha Negara, Ketua Kamar Pengawasan, Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara, Ketua Dharmayukti Karini Mahkamah Agung serta pengurus Dharmayukti Karini. (enk/pn/photo:sno,adr).

100 Tahun Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Ketua MA Sampaikan Mahkamah Agung Selalu Terbuka Untuk Kolaborasi

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

100 TAHUN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA, KETUA MA SAMPAIKAN MAHKAMAH AGUNG SELALU TERBUKA UNTUK KOLABORASI

Jakarta – Humas : Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung RI , Syamsul Maarif, S.H., L.L.M., PH.D. mewakili Ketua Mahkamah Agung  Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H Hadir dalam kegiatan Dies Natalis Akbar100 Tahun Fakultas Hukum Universitas Indonesia, hari Senin, 28 Oktober 2024 bertempat di Aula Fakultas Hukum Indonesia.

Dalam sambutan Ketua MA yang diwakili oleh Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung menyampaikan bahwa 100 tahun berdirinya Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Merupakan sebuah tonggak pencapaian yang luar biasa, sebuah bukti dari perjalanan panjang institusi dalam mencetak insan-insan hukum yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.


Lebih lanjut, Ketua MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fakultas Hukum Universitas Indonesia selama satu abad ini telah memainkan peran penting dalam perkembangan hukum di tanah air. Banyak lulusan yang tidak hanya menjadi praktisi hukum terkemuka, para pemikir dan pembaharu hukum yang progresif, tetapi juga pemimpin bangsa yang telah membentuk kebijakan dan arah hukum nasional. 

Pada Acara  tersebut, Syamsul Maarif yang mewakili Ketua MA, Sunarto  juga menyampaikan beberapa pandangan mengenai peran hukum dalam pembangunan nasional, tantangan yang dihadapi di pada era modern, serta bagaimana pendidikan hukum bisa berperan dalam membangun penegak hukum yang berintegritas dan hukum yang berkeadilan.

Saya ingin menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan hukum dan lembaga peradilan. Mahkamah Agung selalu terbuka untuk berkolaborasi dalam pengembangan program-program yang relevan bagi mahasiswa hukum, seperti program pendidikan professional, magang di pengadilan, klinik hukum, dan penelitian yang bersifat aplikatif. Dengan kerja sama yang erat, kita bisa memastikan bahwa lulusan hukum tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap menghadapi kompleksitas praktik hukum.
 
Di usia yang ke-100 tahun ini, saya yakin Fakultas Hukum Universitas Indonesia dapat menjadi pionir dalam reformasi pendidikan hukum di Indonesia. Mari kita bersama-sama menciptakan generasi penegak hukum yang berintegritas, peka terhadap isu-isu global, dan sensitif terhadap persoalan di masyarakat. Bersama-sama, kita dapat membangun sistem hukum yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sistem hukum yang lebih kuat dan lebih adil. 

Terakhir saya juga ingin menekankan peran penting para mahasiswa hukum sebagai agen perubahan. Di tangan kalian, masa depan hukum Indonesia akan dibentuk. Saya mengajak adik-adik semua, para mahasiswa hukum, untuk tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menciptakan sistem hukum yang lebih adil, inklusif, dan berintegritas. Kalian adalah calon penegak hukum, pemimpin, dan pemikir masa depan yang akan menentukan arah perkembangan hukum di Indonesia,ujar Ketua MA pada akhir sambutannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Indonesia, Ketua Mahkamah Konstitusi,Ketua Komisi Yudisial,Jaksa Agung,Menteri Koordinator Hukum,HAM, Imigrasi danPemasyarakatan,Guru Besar, Dosen, para civitas akademika FHUI beserta seluruh jajaran dan Para Mahasiswa FHUI (Ipr/PN)

Tindak Lanjut Temuan Bpk Atas Lkpp Tahun 2023 Terkait Tanah Dengan Utilisasi 0%

Ditulis oleh Pengadilan on .

TINDAK LANJUT TEMUAN BPK ATAS LKPP TAHUN 2023 TERKAIT TANAH DENGAN UTILISASI 0%

Jakarta – Humas : Dalam rangka menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2023 dan Surat Edaran Plt. Kepala Biro Perlengkapan Nomor 121/BUA.4/PW1.4/VIII/2024 tanggal 22 Agustus 2024 terkait Tanah dengan Utilisasi 0%, terdapat dokumen tambahan yang harus dilengkapi oleh satuan kerja sesuai masing-masing kategori yang dipilih dengan ketentuan sebagai berikut.

Untuk lebih jelasnya silahkan klik tautan di bawah ini:



 Dokumen

 

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-96 Tahun 2024

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-96 Tahun 2024

Jakarta-Humas: Menindaklanjuti arahan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia berkenaan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-96 Tahun 2024 dan memperhatikan Surat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor B PP.00.00/10.18.2/MENPORA/X/2024 hal Panduan Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-96 Tahun 2024, dengan ini Mahkamah Agung akan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-96 pada Senin, 28 Oktober 2024. 
 

Informasi selengkapnya, silakan klik tautan di bawah ini. (Humas)



 Dokumen

 

Mengenalkan Hakim dan Aparatur Peradilan, Mahkamah Agung Kunjungi UNISBA

Ditulis oleh Pengadilan on .

 

MENGENALKAN HAKIM DAN APARATUR PERADILAN, MAHKAMAH AGUNG KUNJUNGI UNISBA

Bandung-Humas: Dalam rangka memperkenalkan Mahkamah Agung kepada mahasiswa di seluruh Indonesia, Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung menyelenggarakan kegiatan MA Goes to Campus (MAGTC). Tahun ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan MAGTC. Setelah sebelumnya sukses di Yogyakarta, Malang, Purwokerto, Jakarta, Padang dan Karawang, di akhir tahun 2024 ini, MAGTC menyapa ratusan mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) pada  Selasa, 22 Oktober 2024 di Aula Hj. Kartimi Kridhoharsojo, Unisba, Bandung.

Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari beragam fakultas di Unisba, di antaranya yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Psikologi, Fakultas Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta lainnya.

MA Goes to Campus kali ini mengambil tema Pengenalan Hakim dan Aparatur Peradilan di kalangan Gen Z. Tema ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya pertanyaan berkaitan dengan profesi apa saja yang bisa digeluti di Mahkamah Agung dan empat lingkungan peradilan di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini merupakan media yang digunakan oleh Mahkamah Agung untuk memperkenalkan Mahkamah Agung, tugas fungsinya, serta profesi hakim yang bisa digeluti oleh para mahasiswa dari berbagai jurusan. Kegiatan ini tentu saja bertujuan untuk menarik minat para mahasiswa Generasi Z untuk menjadi hakim dan aparatur peradilan lainnya. 

Hadir pada MAGTC Unisba para narasumber andal yaitu Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Dr. Riki Perdana R. Waruwu, S.H., M.H dan Kepala sub bagian pengembangan pegawai Biro Kepegawaian Mahkamah Agung Muzhar Khotib, S.Ip, S.H.

Dalam sambutan pembukaan, Sobandi menyampaikan Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada para mahasiswa untuk mengelaborasi, bertanya, ataupun berdiskusi dengan para ahli terkait tugas dan fungsi peradilan di Indonesia serta prosedur menjadi hakim dan aparatur peradilan di Indonesia.

“Kalian boleh bertanya kepada narasumber tentang bagaimana cara menjadi hakim dan aparatur peradilan lainnya. Kalian juga boleh bertanya tentang  gajinya berapa serta tantangannya apa saja,” ujar Sobandi kepada seluruh peserta.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unisba Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H. dalam pidatonya menyatakan bahwa ia merasa sangat bangga kampusnya terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaran MA Goes to Campus. Baginya, kegiatan ini bisa menjadi sumber inspirasi mahasiswanya dalam berkarir di bidang hukum ke depannya.

“Semoga dengan terselenggaranya MA Goes to campus di Unisba, banyak mahasiswa kami yang tertarik menjadi hakim dan aparatur peradilan ,” ucap Edi Setiadi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri pula oleh pihak rektorat Unisba, para Dekan, Ketua Pengadilan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Dr. Moh. Eka Kartika EM, S.H., M.Hum., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung, Dr Drs H. Endang Ali Ma'Sum S.H.M.H., Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Bandung Dr. Hari Hartomo Setyo Nugroho, S.H M.H., Kepala Militer Bandung II-09 Kolonel Kum Dahlan Suherlan S.H.,M.H., para Sekretaris Pengadilan Wilayah Jawa Barat, dan undangan lainnya.

https://www.mahkamahagung.go.id/cms/media/13100

TIGA PESAN KUNCI UNTUK MAHASISWA YANG INGIN MENJADI HAKIM DAN APARATUR PERADILAN

Kepala Biro Hukum dan Humas dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Mahkamah Agung adalah lembaga yang memiliki komitmen yang kuat dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat pencari keadilan. Pelayanan tersebut hampir di semua lini kini sudah berubah dari manual ke digital. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan yang cepat, akuntabel, dan berbiaya ringan.

“Mahkamah Agung selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi demi bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Sobandi.

Menjawab tantangan artificial intelligent (ai), ia menyampaikan bahwa Mahkamah Agung salah satunya menciptakan Smart Majelis, aplikasi robotika berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memilih majelis hakim secara otomatis, dengan menggunakan berbagai faktor antara lain pengalaman, kompetensi dan beban kerja hakim, mempertimbangkan jenis perkara yang akan diadili agar para hakim yang dipilih memiliki keahlian yang sesuai dengan perkara yang ditangani.

Untuk itu, ia menyampaikan tiga pesan kunci kepada Generasi Z yang ingin bergabung ke Mahkamah Agung.

Pertama, kuasai teknologi informasi. Menurut Sobandi, kini hampir semua pelayanan di Mahkamah Agung menggunakan TI, jika tidak bisa menguasai ilmu tersebut maka akan tergilas oleh yang lain.

“Mumpung anak-anakku sekalian masih dalam masa belajar, gunakan waktu luang yang ada dengan banyak mencari tahu dan berlatih IT,” ujarnya.

Kedua, kuasai bahasa, minimal Bahasa Inggris. Karena dengan Bahasa banyak sekali kesempatan yang bisa diraih, misalnya kesempatan untuk belajar ke luar negeri, mengikuti kursus singkat di luar negeri, yang kebanyakan gratis.

“Maka, gunakan waktu sekarang ini untuk belajar bahasa dengan baik,” pesan Sobandi.

Yang ketiga, dan ini yang terpenting menurutnya, yaitu tingkatkan dan jaga terus akhlak atau integritas. Karena, ilmu apapun yang dikuasai, setinggi apapun pendidikan atau jabatan yang diraih, tanpa integritas semua itu nihil, tanpa makna.

Para peserta menyatakan bangga dan bahagia bisa mengikuti kegiatan MAGTC. Mereka berharap ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan bisa mereka manfaatkan. Mereka juga berharap kelak bisa bergabung menjadi keluarga besar Mahkamah Agung. (azh/RS/photo:Sno)